Harga Minyak Menguat karena Kenaikan Kecil Bunga Fed dan Pelemahan Dolar


Harga Minyak Menguat karena Kenaikan Kecil Bunga Fed dan Pelemahan Dolar

Kilang Minyak.Foto:Kwarta5/int
Kwarta5,com Chaicago - Harga minyak naik sekitar 2% ke level tertinggi 1 minggu pada Rabu (22/3/2023) karena pelemahan dolar ke level terendah 6 minggu setelah Federal Reserve AS (The Fed) menaikkan suku bunga kecil sesuai harapan. The Fed juga mengisyaratkan era kenaikan suku bunga di masa depan hampir berakhir.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik US$ 1,37, atau 1,8%, menjadi US$ 76,69 per barel, dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 1,23, atau 1,8% jadi US$ 70,90. Itu adalah penutupan tertinggi untuk kedua acuan harga minyak sejak 14 Maret.

The Fed menaikkan suku bunga seperempat persentase poin atau 25% atau 25 basis poin (bps). Namun mengindikasikan akan menghentikan kenaikan lebih lanjut di tengah gejolak di pasar keuangan yang dipicu runtuhnya dua bank AS.

"Kenaikan suku bunga 25 poin hari ini tidak memberikan kejutan, tetapi bahasa yang menyertai mendorong peningkatan risiko yang mudah tumpah ke ruang minyak," analis di perusahaan konsultan energi Ritterbusch and Associates dikutip CNBC International.

Dolar AS jatuh ke level terendah sejak 2 Februari terhadap mata uang lainnya, mendukung permintaan minyak dengan membuat minyak mentah lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Pasar minyak mengabaikan data mingguan Administrasi Informasi Energi (EIA) AS yang menunjukkan stok minyak mentah naik 1,1 juta barel pekan lalu ke level tertinggi 22 bulan.

Analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan penarikan 1,6 juta barel. Namun data resmi EIA menunjukkan kenaikan lebih kecil dari 3,3 juta barel yang dilaporkan pada Selasa oleh American Petroleum Institute (API).

Stok minyak mentah AS telah tumbuh sejak Desember, meningkatkan persediaan ke level tertinggi sejak Mei 2021. Sementara persediaan bensin dan sulingan, turun minggu lalu lebih dari perkiraan analis.

Harga WTI dan Brent pekan lalu turun ke level terendah sejak 2021 di tengah kekhawatiran gejolak sektor perbankan dapat memicu resesi global dan memangkas permintaan minyak. Penyelamatan darurat Credit Suisse Group AG membantu menghidupkan kembali harga minyak.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya seperti Rusia, atau OPEC+, kemungkinan akan tetap berpegang pada kesepakatan pengurangan produksi sebesar 2 juta barel per hari (bpd) hingga akhir tahun, meskipun harga minyak mentah turun.

Red/brst

 

Lebih baru Lebih lama