Rahma Mangkir, LSM Gempita Minta DPRD segera Ambil sikap jangan di anggap Gertak sambal



Rahma Mangkir, LSM Gempita Minta DPRD segera Ambil sikap jangan di anggap Gertak sambal


Kwarta5.com Tanjungpinang,- Telah ke tiga kalinya Walikota Tanjungpinang, Rahma Mangkir atas pemanggilan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Tunjangan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara (TPP ASN) DPRD Kota Tanjungpinang. 

Ketua lsm Generasi Muda peduli Tanah Air (Gempita)  angkat bicara terkait hal atas ketidakhadiran walikota ke proses Hak Angket.

"Kami menduga kuat ada ketakutan walikota terhadap pemanggilan Hak Angket ini, apa itu berupa bahwa dugaan itu benar tentang adanya korupsi walikota beserta wakil ataupun lainya," Tuturnya.

Yanto juga mengatakan bahwasanya proses hak angket sendiri tidak dihargai oleh walikota rahma sebagai parlemen yang setara antara legislatif dan eksekutif.

"Bagaimana mau memimpin kota tercinta ini, DPRD sebagai Lembaga yang setara aja tidak bisa di hargai Rahma sebagai walikota. Apalagi hanya Rakyat biasa, sepertinya lebih tidak bisa di hargainya lagi dan menurut kami Rahma masih belum layak menjadi Walikota Tanjungpinang saat ini," ujarnya.

Selain dari Lsm Gempita masalah ini juga mendapat sorotan tajam oleh Solikhin selaku Ketua Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) terkait ketidakhadiran Walikota dan Wakil walikota Tanjungpinang atas pemanggilan ke tiga kalinya oleh Panitia Angket.

"Kami bersama rekan rekan juga menyambangi Panitia Hak Angket untuk melihat proses dan diskusi terhadap Hak Angket Dugaan Korupsi TPP-ASN yang di lakukan oleh walikota bersama wakilnya,"ujar sholikin.

Tidak hanya melihat, mendengar bahkan diskusi saja melainkan solikhin juga sempat melakukan debat panas ketika di sambut oleh Panitia Hak Angket terkait apa yang akan di lakukan DPRD terhadap pemanggilan yang tidak juga di hargai Oleh Walikota sendiri, yang memandang Legislatif seperti tidak ada apa apanya di mata sang Walikota.

"Kami sempat bersitegang ketika di sambut oleh Panita Angket dan kami menanyakan apa yang sebaiknya di lakukan oleh Panitia Hak Angket kedepannya, tetapi mereka hanya menyampaikan dengan tenang seperti tidak ada kejadian apa apa," Ujarnya

Dia juga meminta Panitia Angket segera mengambil sikap terhadap tidak dihargai nya Lembaga Legislatif di mata walikota.

"Kami meminta kepada DPRD untuk segera bersikap atas tidak di hargai nya lembaga Legislatif oleh walikota jangan sampai di bilang Gertak Sambal saja, tolong di jaga marwah dan junjung tinggi wahai parlemen yang mewakili rakyat. Kami tidak menginginkan kalian di pandang sebelah mata seperti burung yang tak bersayap.

Hal ini juga dibenarkan atas ketidakhadiran dari salah seorang Anggota Pansus Hak Angket TPP ASN, Momon Faulanda beberapa jam setelah jadwal pemanggilan Walikota Tanjungpinang. 

"Ya kami hari ini menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Walikota Tanjungpinang Rahma, tapi dia tak datang," ucap Momon. 

Momon dalam hal ini mengaku tidak tahu pasti alasan Walikota Rahma kembali mangkir dari jadwal pemanggilan hari ini. 

Ia dan anggota Pansus Hak Angket lainnya pun juga belum mendapatkan jawaban atas  surat yang dilayangkan DPRD ke Polres Tanjungpinang dalam upaya perbantuan pemanggilan paksa itu. 

"Sampai saat ini belum ada pemberitahuan," kata Momon. 

Dengan ketidak hadiran Walikota Rahma untuk ketiga kalinya ini, Momon dan anggota Pansus Hak Angket lainnya tampak ragu dan belum dapat memastikan kelanjutan kasus dugaan korupsi TPP ASN oleh Walikota Tanjungpinang itu. 

"Kita belum bisa putuskan apakah kita akan panggil lagi untuk selanjutnya, ataukah kita cukupkan," pungkasnya.


Red.

Lebih baru Lebih lama