Mendukung program Nawacita Presiden Alias Wello Gesa Pemekaran Desa Baru Yang Berada Di Kabupaten Lingga

Mendukung program Nawacita Presiden Alias Wello Gesa Pemekaran Desa Baru Yang Berada Di Kabupaten Lingga

Kwarta5.com Lingga - Menjelang tutup tahun 2019, Pemkab Lingga menggelar rapat penting menyangkut pemekaran Desa yang dicanangkan akan melibatkan sebelas desa induk dalam waktu dekat.

Hadir dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga pada Selasa (31/12/2019) pagi tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, BPD, serta tokoh masyarakat dari beberapa desa. Selain itu, juga hadir Kepala Bapeltibang, Kepala BPKAD, Kepala Bakesbangpol, Kadis DPMD, Inspektur Kabupaten Lingga, Kabag Hukum dan Kabag Tapem Setda Lingga serta pewakilan dari OPD terkait.

Kesebelas Desa Induk yang akan dimekarkan tersebut diantaranya Desa Mepar, Desa Resun Pesisir, Desa Limbung, Desa Rejai, Desa Batu Belubang, Desa Posek, Desa Batu Berdaun, Desa Mensanak, Desa Baran, Desa Sungai Harapan dan Desa Laboh.

Bupati Lingga Alias Wello dalam rapat mengatakan, untuk mendukung program Nawa Cita yang diusung oleh Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia mulai dari pinggiran.

" Pemekaran Desa sangat perlu digesa, meskipun ada sedikit hambatan dari moratorium di kementerian, namun tetap tidak bertentangan dengan Nawa Cita Presiden," lanjutnya

Saya pun melakukan konsultasi dengan KSN. Dari hasil konsultasi tersebut semakin menguatkan keinginan Pemkab Lingga untuk segera melaksanakan pemekaran desa. “Pokoknya selagi bermanfaat bagi masyarakat, lakukan!” kata Bupati Lingga Alias Wello mengutip pernyataan Jokowi.

Dengan dilakukan pemekaran ini, akan mampu melahirkan Desa-desa yang mandiri. Namun demikian, saya menghimbau kepada pihak desa untuk bisa menyelaraskan dengan 4 pilar utama fokus pembangunan yang diusung . “Jika kita menekankan kepada 4 sektor, maka di desa juga harus mengikuti secara paralel” ucap Awe

Sebagai contoh, beberapa hari lalu Desa Marok Kecil telah berhasil melakukan panen udang vanamei hampir 10 ton. Panen kedua yang menunjukkan hasil yang positif tersebut nyatanya mampu membuka mata masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada di desanya.  Tidak hanya itu, saya juga mengapresiasi dua desa lainnya yakni Desa Sedamai dan Desa Merawang yang sudah mulai menunjukkan geliat dalam pengelolaan potensi desa di bidang pariwisata. Pungkasnya

“Tantangan kita sangat berat. Amanah jabatan ini tidak gampang, ini berat. Namun sekali kita bekerja untuk masyarakat, in shaa Allah ada jalan. Karena yang kita kerjakan hari ini, tidak untuk kita hari ini, tapi untuk masyarakat kite,” Tutupnya

(Ril/Iwan)
Lebih baru Lebih lama