PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) Butuh Ratusan Tenaga Ahli dari China

Kwarta5.com Bintan,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menyatakan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus di Galang Batang membutuhkan tenaga kerja ahli dari Cina.

Kepala Disnaker Bintan Indra Hidayat, di Bintan,mengatakan, jumlah tenaga ahli asal China yang akan bekerja di PT BAI sekitar 500 orang.

PLTU dapat disetujui tahun 2021, seperti yang diterbitkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan saat sedang mencari lokasi proyek baru-baru ini.

“Jika tidak ada tenaga ahli, pekerjaan PT BAI menjadi macet. Kalau pengerjaannya macet, tidak bisa dioperasikan, ”katanya, dilansir Antara Senin (6/7/2020)

Indra menganjurkan pihak perusahaan tidak akan membutuhkan tenaga ahli dari Cina bila tidak dibutuhkan karena biaya yang dikeluarkan cukup besar. Namun hal itu harus dilakukan pihak perusahaan agar dapat memahami teknis yang membutuhkan keahlian khusus dalam pembangunan PLTU dan smelter dapat diatasi.

Tenaga ahli asal China pun tidak bekerja lama di PT BAI.

Sementara perusahaan dengan status investasi modal ini semakin banyak mempekerjakan tenaga kerja lokal yang berkualitas jika sudah produksi.

“PT BAI ini seperti ayam yang bertelur emas untuk Bintan. Investasinya sangat besar, dan tenaga kerja yang dibutuhkan sangat besar, ”katanya.

Pemkab Bintan dan PT BAI sudah menandatangai nota kesepahaman untuk mengutamakan tenaga kerja lokal di perusahaan itu. Nota kesepahaman itu berlaku selama lima tahun, dan dapat diperpanjang.

"Tahun ini ada sekitar 700 orang tenaga kerja lokal yang terserap," tuturnya.

Direktur Utama PT BAI Santoni mengatakan tenaga kerja asal Cina yang dipekerjakan di perusahaannya memiliki keahlian, bukan pekerja biasa. Perusahaan tempat tenaga kerja asal Cina itu bekerja wajib menyelesaikan proyek di lokasi PT BAI.

"Tanpa tenaga ahli dari China itu, kami tidak yakin target menyelesaikan pabrik smelter dan PLTU dapat selesai tahun ini," katanya.

Santoni mengatakan tenaga kerja asal Cina ini hanya bekerja sekitar 3-4 bulan, kemudian kembali ke negaranya. Saat PT BAI sudah memberlakukan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sekitar 20 ribu orang.

“Saat ini perusahaan sudah melakukan kegiatan produksi, kami akan menambah pekerja hingga 20 ribu orang,” katanya.

Penulis  : yusdianto
Sumber : disnaker bintan.
Powered by Blogger.