Apa Kabar Imigrasi Kepri?


Apa Kabar Imigrasi Kepri?

                                                                       Bagus Wahyuda Utama
Kabid Hukum dan Advokasi HMI Badko Riau Kepri 

Kwarta5.com Batam,- Kepulauan Riau adalah gerbang utama Indonesia. Sebagai benteng negara, kinerja Imigrasi Kepri sangat menentukan keamanan dan kedaulatan wilayah ini. Di puncak tanggung jawab itu, ada Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau yang memegang kendali penuh. Namun fakta di lapangan menimbulkan satu pertanyaan besar: Apa sebenarnya yang terjadi di Negara ini? dan Mengapa pengawasan di DIRJEN IMIGRASI WILAYAH KEPRI sangat lemah?

Belum lama ini, 210 warga negara asing (WNA) digerebek di Batam. Semua masuk pakai izin kunjungan, namun nyatanya menjalankan kejahatan terorganisir: penipuan daring, judi online, hingga sindikat kejahatan internasional. Mereka beroperasi lama tanpa terdeteksi, bahkan ada indikasi kuat adanya jaringan mafia dan perlindungan pihak tertentu yang belum terungkap. Rekaman bukti pun hilang begitu saja.

Di Bintan, 30 tenaga kerja asing juga tertangkap bekerja penuh waktu hanya bermodalkan visa kunjungan, tanpa izin kerja resmi. Semua ini bukti nyata: sistem pengawasan Imigrasi Kepri sangat lemah, lepas kendali, dan baru bereaksi setelah masalah jadi besar.

Pertanyaan kami tegas kepada Kepala Imigrasi Kepri: Di mana fungsi pengawasan dan intelijen yang menjadi tugas pokok instansi yang Bapak pimpin? Apakah Bapak baru mengetahui masalah besar ini setelah ada penggerebekan?

Selama ini kemana saja?

Kekhawatiran kami makin besar melihat kasus nasional: Wakil Menteri Imipas sekaligus mantan Dirjen Imigrasi Silmy Karim kini menyerahkan diri ke KPK terkait korupsi dan suap penerbitan izin tinggal. Jika di pusat saja terjadi praktik kotor, bagaimana kami bisa yakin di wilayah Kepri (daerah paling rawan) tidak terjadi hal serupa? Kami khawatir, kemudahan yang didapat WNA pelanggar hukum itu bukan sekedar kebetulan, melainkan ada tangan-tangan kotor yang mengatur.

Sebagai bentuk tanggung jawab jabatan, kami menuntut Kepala Imigrasi Kepri:

1. Berikan penjelasan terbuka kepada publik atas kegagalan pengawasan yang terjadi berulang kali. Tanggung jawab bukan hanya soal jabatan, tapi akuntabilitas di hadapan rakyat.

2. Segera bongkar jaringan mafia dan pihak pelindung, jangan hanya menangkap WNA pelanggar hukum saja. Tunjukkan keberanian menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

3. Bersihkan jajaran bawahannya dari oknum yang mungkin bermain mata dengan calo atau pihak tidak bertanggung jawab. Pastikan tidak ada jalur izin khusus yang melanggar hukum.

4. Perkuat sistem pengawasan pasca kedatangan WNA, jangan hanya fokus di pintu masuk saja.

Kami tidak butuh janji manis, kami butuh tindakan nyata. Kepri adalah milik rakyat Indonesia, kami minta Kepala Imigrasi Kepri benar-benar bekerja sebagai benteng negara yang kokoh, bersih, dan tegas. Jangan loyo dan takut.

Rakyat sedang mengawasi kinerja Imigrasi Mahasiswa siap Geruduk Kantor imigrasi Kepri.

Artikel ini Kirima dari:

Bagus Wahyuda Utama

Kabid Hukum dan Advokasi

HMI Badko Riau - Kepulauan Riau

Lebih baru Lebih lama