55 Miliar Anggran Enrekang Dipangkas-Buat Covid-19



55 Miliar Anggran Enrekang Dipangkas-Buat Covid-19


Kwarta5.com Enrekang,- Pemangkasan anggaran pembangunan pemda Enrekang tahun 2021 mulai siap lagi untuk dilakukan refocusing akibat beban vaksin Covid-19 yang berkepanjangan.

Refocusing anggaran semenjak pandemi begitu populer menghantui masyarakat. Bahkan pemda kini kembali merasionalkan ulang kebijakan anggaran pembangunan Tahun 2021 yang telah ditetapkan dalam APBD 1,150 trilyun.

Diterangkan Sekda Enrekang Dr.H. Baba, SE.MM, pemangkasan anggaran masih dalam rangka penanganan 

dan pencegahan Covid-19 terpaksa harus dilakukan refocusing  anggaran ditahun 2021 sebesar 39 milyar. 

Pemotongan anggaran juga dari dana transfer pusat Tahun 2021 telah dilakukan oleh Kemenkeu RI untuk kabupaten  Enrekang sebesar 16 milyar yang ditarik pusat. Sehingga keseluruhan sebesar 55 milyar.

"Jadi kalau ditotal yang dipotong dari dana tranfer ditambah pemangkasan 

belanja modal anggaran masing masing OPD sebanyak 55 milyar,"jelas Sekda Enrekang Dr.H Baba,SE.MM (16/3)

Diterangkan Dr.H Baba,SE.MM dalam refocusing atau pemangkasan anggaran diawal tahun 2021 sebanyak 39 milyar merupakan akumulasi dari potongan 8 persen terhadap belanja modal OPD sesuai petunjuk yang ada. 

Dari jumlah pemangkasan sebanyak 39 milyar tersebut dilakukan pemda Enrekang  akan digunakan untuk lebih mengoptimalkan penanganan Covid-19 seperti pemberian Vaksin.

Jadi dana senilai 39 milyar tersebut diluar biaya vaksin, dan seluruh  anggaran disiapkan sebagai dana operasional  suksesnya vaksin Covid-19 di Enrekang.

"itu biaya oprraaional bagi petugas Nakes,insentif,APD serta lainnya yang dibutuhkan mendukung pelaksanaan vaksinasi ini dan  dikelola Dinas kesehatan Enrekang,"jelasnya.

Ia pun, berharap agar dana hasil pemangkasan tersebut  dapat terlaksana lancar dalam mengatasi dan menuntaskan pandemi secara maksimal.

"langkah refokusing tahun 2021 menghadapi pandemi akan selesai, walau pada sisi lain bisa berdampak pada realisasi pembangunan yang semakin terdampak dan memberatkan anggaran seperti Enrekang,"urainya.

(liq)

Lebih baru Lebih lama