LSM Gempita Kepri : Tumpas Habis Dinasti Politik di Bumi Sigantang Lada

Ditulis Oleh : Yusdianto
Kwarta5.com Bintan,- Menjelang digelarnya Pilkada (Pemilhan Kepala Daerah) Serentak di tanah air, suasana perpolitikan pun tampak mulai menghangat. Baik di pusat maupun di daerah.

Saat ini, bagi sosok yang berniat maju memeriahkan pesta demokrasi, secara berangsur mulai merapat ke Partai yang dianggapnya bisa mengantar dirinya menuju kursi kekuasaan. Sayangnya, system' yang berlaku justru terkesan menghalalkan kebiasaan yang cenderung menerapkan system'  Nepotisme alias Dinasty. Maka, muncul lah istilah Dinasty Politik. Hal ini memang terjadi di sejumlah daerah. Padahal, jelas-jelas telah tertuang didalam Undang-Undang nomor 8 tahun 2005 Pasal 7 huruf r, tentang Pilkada.

Undang-Undang ini dibuat semata-mata untuk memutus mata rantai Dinasty Politik. Agar tidak terjadi tindakan Koruptif dan tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Makanya, jika system' Dinasty Politik ini tidak segera diberantas, tentu akan menetaskan embrio kerajaan-kerajaan kecil di daerah. Tak terkecuali. Peta politik di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang akhir-akhir ini cenderung mulai memanas. Bahkan, ada yang mulai memajangkan fotonya di Baliho yang menancap di beberapa tempat

Melihat hal ini, Yusdianto ketua LSM Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) Provinsi kepri, mengkritik keras system yang bernuansa Dinasty tersebut. Kata  Yusdianto di Bintan Center, Sabtu (28/8/2020).

 "Bagi saya, sangat tidak terima jika system Dinasty masih saja diterapkan dalam proses Pilkada mendatang. Karna, hal itu akan melahirkan dan mewujudkan  persekongkolan kedepannya. Harapan saya, tumpas habiskan saja system' politik Dinasty dari negeri ini, "kata pria kelahiran Inhil ini lantang.

 Siapa pun tau kalau system' Dinasty politik terus diterapkan di negeri ini, tentu akan melahirkan kelompok-kelompok kecil yang siap membangun kerajaan keluarganya. Makanya, jangan pernah membiarkan system' benalu itu tumbuh subur. Hal itu harus diberangus dan jangan pernah diberi peluang, "tutup Yusdianto.
Powered by Blogger.