Kunker Ke Singkep Barat, Kamenag Ajak Memperbaiki Keadaan Pasca Pandemi COVID-19

Kwarta5.com Lingga,- Kepala Kemenag Lingga melakukan kunjungan Kerja ke Kecamatan Singkep Barat. Kedatangannya disambut langsung oleh Camat Singkep Barat di ruang kerjanya.

Dalam pembukaan, Febrizal Taufik, S. Pi mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala Kemenag Lingga. "Ini momen yang sangat baik untuk kita berdiskusi langsung. Apalagi Lurah/Kades, BPD, Penyuluh, Guru TPQ dan Kapolsek Singkep Barat. Silahkan sampaikan permasalahan keagamaan di daerah Bapak/Ibu,"ungkap Camat Singkep Barat.

"Akibat dampak pandemi COVID-19, hampir di semua lini kehidupan mulai melemah. Termasuk dalam pendidikan anak-anak. Sebagai orang tua, saya sangat merasakan hal ini. Tentu kondisi ini perlu dicarikan solusinya. Mari kita perbaiki keadaan pasca pandemi COVID-19,"imbau Febrizal Taufik, S. Pi

Masalah agama merupakan persoalan pokok. Isu-isu yang berusaha menggerus sendi kehidupan terus dihembuskan oleh pihak yang mengambil keuntungan dari kekacauan.

Jangan sampai muncul ideologi yang baru merusak tatanan kehidupan. "Perlu sinergitas antara unsur pemilik wilayah dengan Kemenag Lingga. Ujian dan cobaan terus datang silih berganti menerpa kita. Jadi, kita semua harus membangun kekuatan bersama," beber H M Nasir, Rabu(15/07), di depan para undangan.

Terkait pernikahan, Kepala Kemenag Lingga mengingatkan agar tidak ada lagi pernikahan siri (rahasia/diam-diam) di Kabupaten Lingga khususnya di Kecamatan Singkep Barat. "Harus kita ingatkan, jika menemukan masih ada orang yang ingin menikah siri. Menurut aturan negara itu ilegal," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pernikahan yang sah akan menguatkan rumah tangga. "Melalui rumah tangga yang sah dan harmonis tentu akan terbentuk keluarga bahagia. Bahagianya keluarga akan melahirkan generasi yang hebat. Ini perlu kerjasama yang serius," ingatnya.

Terkait masalah pendidikan. Saat ini masih ada dikotomi pendidikan agama dan pendidikan umum. "Jangan sampai terjadi di Singkep Barat. Baik pendidikan agama maupun pendidikan umum harus sama-sama kita usahakan. Termasuk pendidikan non formal juga harus kita perhatikan di sini," ingatnya.

Lebih lanjut, Kepala Kemenag Lingga di setiap kesempatan selalu mengingatkan tentang MoU. "Orang tua mengawasi di rumah, guru mendidik di sekolah. Harus seiring sejalan," pesannya.

Perlu pengembangan pola-pola baru, kata Kepala Kemenag Lingga untuk menyiapkan generasi muda yang kuat. "Tantangan kedepan semakin berat. Ada sentuhan inovasi-inovasi baru,"katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Kemenag Lingga turut menyampaikan tentang hasil rapat persiapan Idul Adha. "Berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan Pemkab bahwa pelaksanaan Salat Idul Adha dibolehkan di lapangan. Namun, tetap patuhi aturan dan protokol kesehatan. Bagi daerah yang ingin melaksanakan di lapangan harus membentuk panitia. Tujuannya agar pelaksanaan Salat Idul Adha bisa berjalan dengan lancar,"imbuhnya lagi.

Membangun agama harus tuntas. Jangan pisahkan urusan Agama dengan urusan negara (sekulerisasi). Mari terus  jalin sinergitas antar pemangku kepentingan untuk Lingga yang maju.

(Red/Ril)
Powered by Blogger.