Puluhan Solidaritas Mahasiswa Batam Menggelar Aksi Batam Damai di Engakaputri

Kwarta5.com Batam - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Unrika, BEM Ibnu Sina, organisasi Gema Tabagsel Kepri, Imit (Ikatan Mahasiswa Timur) menggelar Aksi Deklarasi Batam Damai di Alun-alun Pemko Batam, Minggu (12/8/2018).

Dalam aksi yang mereka lakukan tersebut, menolak adanya aksi dikawasan objek vital dan politik praktis ditempat ibadah, seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu di di kawasan Bandara Hang Nadim dan Masjid Agung Batam Center.

Tongku April Muda sebagai Koordinator aksi mengatakan dalam aksi tersebut ada beberapa hal yang di sampaikan kepada MUI serta penyelenggara pemilu yaitu sebagia berikut.

1. Meminta kepada MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Batam, mengeluarkan fatwa larangan menggunakan tempat ibadah untuk kegiatan kampanye terselubung maupun politik praktis lainnya.

2. Meminta BAWASLU dan Panwas untuk mengawasi kegiatan politik praktis yang tidak sehat.

3. Meminta KPU untuk mengawasi dan melakukan penindakan terkait kegiatan politik praktis maupun terselubung ditempat ibadah.

4. Meminta pihak kepolisian dengan tegas dengan segala tindakan hukum, sesuai UU yang berlaku di NKRI.

5. Meminta kepada masyarakat Kepri khususnya kota Batam untuk tidak melakukan aksi ditempat objek vital nasional karena di khawatirkan mengganggu kenyamanan dan ketentraman dalam melakukan aktivitas.

6. Menolak kepada masyarakat Kepri khususnya kota Batam untuk tidak melakukan politik praktis ditempat ibadah,  karena di khawatirkan menimbulkan perpecahan umat beragama.

7. Menolak ujaran kebencian.
8. Meminta kepada parpol untuk tidak kampanye mengatasnamakan agama.

Saat menggelar aksi yang mereka lakukan tampak puluhan polisi dari Polresta Barelang dan Kapolsek Batam Kota turut mengawal aksi tersebut.

(Cn)

Powered by Blogger.