Perairan Laut Natuna Utara Milik NKRI Sampai Titik Darah Penghabisan Akan Terus Di Pertahankan



Perairan Laut Natuna Utara Milik NKRI Sampai Titik Darah Penghabisan Akan Terus Di Pertahankan


Kwarta5.com Natuna,- Sebelum meninggalkan Kabupaten Natuna, dengan mengunakan pesawat Hercules C-130/ A-1341 TNI AU yang dipiloti oleh Mayor Pnb Alfonsus F.A.D, Kapten Pnb Fathir M. Hadid dan Lettu Pnb Lutfi Suwarli, dari Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma, untuk kembali menuju ke Jakarta. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) Jenderal Polisi (Purn) Prof .Drs. H. Muhammad Tito Karnavian. Melaksanakan Konferensi Pers bersama Awak media lokal setelah melaksanakan beberapa agenda kunjungan kerja (Kungker) di Kecamatan Pulau Laut dan Palau Sekatung. Bertempat di Mako Lanud Raden Sadjad Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna. Rabu 24/11/2021. Pukul 12.50. Siang.

Terlihat hadir saat menggelar Konferensi Pers tersebut, Bupati Natuna Wan Siswandi, Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Raden Sadjad, Kolonel Pnb Dedy I. S. Salam, S. Sos., Waka Polda Kepri Brigjen. Pol. Drs. Darmawan, M.Hum, Pangkogabwilhan I, Laksamana Madya TNI Muhammad Ali, S.E, M.M, M.Tr. Opsla, Pangkoarmada I, Laksda TNI Arsyad Abdullah, S.E, M.A.P.,Danrem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, S.Hub., Int. Dengan menerapkan protokol kesehatan salah satunya memakai masker, cuci tangan, dan mengatur jarak.

Pada kesempatan itu Menteri Menko Polhukam Mohammad Mahfud. M. D. Mengucapkan ribuan terimakasih kepada Pemerintah Daerah dan Forkopimda yang sudah mempersiapkan kedatangan rombongan di Kabupaten Natuna hingga kembali pulang, selama melaksanakan kunjungan kerja untuk memantau persiapan Alusista, infatruktur, sekaligus memantau langsung percepatan Vaksinasi covid-19 selama berada di natuna serta menampung aspirasi masyarakat setempat di Pulau terluar selama dua hari berturut turut.

"Beberapa Negara tetangga yang mengklim bahwa perairan Laut Natuna Utara merupakan bagian milik negaranya itu tidak benar karena Kabupaten Natuna merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tetap akan terus di mempertahankan sampai titik dara penghabisan karena sampaikan kapan pun Kabupaten Natuna tetap milik NKRI.," Papar Mohammad Mahfud. M. D.

Senada dengan Prof .Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, juga menyampaikan tentang Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk Kabupaten Natuna yang kian mengecil ketimbang Dana Alokasi Khusus akan segera mempelajari lebih lanjud dan akan berkoordinasi dengan Kemenkeu Dirjen Perimbangan tentang hal tersebut.

"Karena ada beberapa aturan perumusan tentang Dana Bagi Hasil ini yang perlu di pelajari dan nanti akan dilihat dari potensi DBH Kabupaten Natuna apakah sudah memenuhi rumusan atau tidak maka dari itu untuk saat ini belum bisa di jawab.,"Ungkap Tito.

"selama berkunjung di Kecamatan Pulau Laut sekaligus memantau situasi di sana perlu memperkuat pembagunan dan sektor pembagunan jembatan ekonomi untuk Kesejahtraan masyarakat yang merupakan kecamatan terluar dari bagian perairan Laut Natuna Utara maka dari itu perlu langka langka lanjutan yang akan di sampaikan kepada Bupati Natuna Wan Siswandi serta pemerintah pusat atau perwakilan dari pemerintah pusat akan segera di koordinasikan tentang hal tersebut.," Terang Tito. (Ilham)

Lebih baru Lebih lama