Maklumat Cegah Covid-19 Dan Waspada Bencana Alam Lahir Di Polres Enrekang



Maklumat Cegah Covid-19 Dan Waspada Bencana Alam Lahir Di Polres Enrekang


Kwarta5.com Batam,- Bupati MB dan Wakil Bupati Enrekang Asman  hadir Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 Serta Bencana Alam  di Aula Wira Pratama polres Enrekang.

Diundang antara lain Ketua DPRD, Sekda Enrekang, Kasi.intel Kejari, Dandim 1419, Camat, Ketua DPC AJOI Enrekang dan sejumlah SKPD terkait.

Dalam sambutannya Kapolres Enrekang, AKBP Dr. Andi Sinjaya,SH.SIK.MH sampaikan beberapa hal yang akan menjadi point berkaitan situasi Pandemi Covid-19 dan kerawanan bencana alam yang mengintai.

"Sejauh ini kegiatan masyarakat sudah kita analisa dan akhir-akhir ini memang yang sering adalah kegiatan pesta pernikahan, ini harus menjadi perhatian penting. Tercatat 94 acara pernikahan sejauh ini," ujar Kapolres Enrekang (2/3).

Kata kapolres, tak lepas situasi kondisi dan perkembangan disaat pandemi yang masih berjalan dan ancaman bencana alamdiperlukan penyamaan persepsi lewat rapat koordinasi.

Fenomena lapangan mengemuka data keramaian masyarakat yang masuk di polres Enrekang, belum lagi kedepan kegiatan tahunan keagamaan seperti tarawih ramadhan,hari raya harus dikedepankan tindakan testing, tracking dan treatment.

"Dalam sikon pandemi dengan perkembangan trend menurun namun tetap harus waspada kerawanan  adanya potensi virus corona dipesta pernikahan yang ini sangat punya potensi dan marak di beberapa tempat,"jelasnya.


Dari pantauan Kapolres AKBP Andi Sinjaya, pada tantangan lain potensi dari cuaca ekstrim yang bisa berdampak banjirdan tanah longsor dinilainya,Butuh kesigapan OPD teknis khususnya BPBD dan OPD bencana terkait.

Kata dia,adanya bencan alam, dan longsor seperti kondisi wilayah perbatasan dari aliran PLTA Bakaru tercakup 4 desa itu kategori rawan diterjang banjir sangat butuh kesiapan. 

"Maka sebelum terjadinya bencana alam dari sekarang terkait sarana dan prasarana pada ke empat desa harus disiapkan,"pintanya.

Lalu sambutan bupati Enrekang tetap menghargai acara sakral yang sulit dibendung adanya acara maccera,perkawinan dan saat ini masih terlalu ramai dilakukan.

"Dimana letak susahnya mengawal dan mengatur acara pernikahan yang begitu ramai, padahal.masih pamdemi",kata Bupati MB pada jajarannya yang sejauh ini teledor.

"Jika para camat ini mengalami kesusahan mengatasi ini maka libatkan tokoh masyarakat untuk mengatasi keramaian, jadi lurah dan Camat harus pro aktif lah,"tegasnya.

Data kepolisian longgarnya pengawasan Covid-19 paling buruk berada di tiga wilavah teratas yakni Camat Enrekang Mahmudin, Camat Anggeraja Suparman dan Camat Alla Zulkifli D.

Ia pun mengharapkan dari Rakor ini terkait maraknya pesta pernikahan akhir-akhir ini, dibutuhkan formulasi khusus.

Bupati MB juga sesalkan, hingga saat ini para camat belum bisa memberikan kontrol karena sejauh ini masih terlalu banyak hajatan pernikahan yang tak bisa terkontrol dengan baik.

"Saya terima kasih atas kerjasama kita sejauh ini dalam pencegahan wabah Covid-19. Jadi ada trend akhir-akhir ini di acara pernikahan yang tak bisa kita bendung dan ini saya kira butuh di formulasi khusus,"pinta MB.

Pembawa makalah Rakor Polres dan Pemda Enrekang Kabag ops Kompol Bustamin di depan bupati dan wabup Enrekang,forkopimda,Sekda Dr.H Baba,kadis OPD, PJU polres, para kapolsek dan Camat.

Rakor diakhiri penandatanganan maklumat bersama Bupati Enrekang,Kapolres,Kajari,Dandim.1419, Ketua DPRD dan ketua PN. Masih ada media sangsikan maklumatakan efektif bergerak dilapangan. 

Dijawab kabag hukum pemda Enrekang."intinya kalau mau aksi ini maksimal ada tiga syarat yaitu regulasi, kebijakan,dan.kepastian anggarannya,"Aku Plt.kabag hukum Dirhamsyah,SH.MH.(liq)

Lebih baru Lebih lama