Memanas !! DPD Hanura Kepri Akan Laporkan Kepolisian Terkait Raibnya Baliho Bertuliskan Ramah dan Insani

Kwarta5.com Batam,-Buntut dari aksi perusakan dan penghilangan belasan baliho dan spanduk milik Hanura Kepri, salah satunya aksi pencurian baliho berukuran 7 x 14 meter yang terpasang di Simpang Jam Batam, DPD Partai Hanura Provinsi Kepri menyatakan segera melaporkan hal tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Kepri.

Hal ini dikemukakan oleh Uba Ingan Sigalingging, Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi Kepri dalam jumpa pers yang dihadiri puluhan media di Kantor DPD Hanura, Green Land, Batam, pada Senin (31/8/2020) siang.

Terkait pengerusakan dan pencurian terhadap baliho dan spanduk yang disebar oleh Partai Hanura, jadi perlu kami garis bawahi bahwa hal ini sudah menyangkut nama Partai. Untuk itu, kami akan menyikapinya dengan tegas. Dan secara kelembagaan, kami akan membuat laporan secara langsung ke Polda Kepri,” terang Uba.

Menurut dugaan pihaknya, hal ini telah dilakukan secara terorganisir namun Hanura Kepri tidak ingin mencurigai pihak manapun. “Yang jelas kami telah dirugikan secara politik, dan ini adalah perbuatan melanggar hukum dengan sanksi pidana berat,” tegas Uba.

Sementara Kuasa Hukum DPD Hanura Kepri Ahmad Faqih Rambe, SH menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan berkas laporan, dilengkapi bukti berupa foto sebelum dan sesudah baliho dirusak. “Kami akan melaporkan suatu tindak pidana pencurian dan penghilangan. Tentunya berbeda dengan pemasangan foto RAMAH (Rudi dan Amsakar, red) yang tidak ada unsur melawan hukum,” jelas Faqih.

Hanura Kepri menduga perusakan sejumlah baliho milik partai Hanura diduga telah dilakukan secara terorganisir dan penuh dengan muatan politik tertentu. “Jadi ini bukan kriminal murni, misalnya pencurian dengan motif ekonomi,” tambah Gunawan Satary, salah satu pengurus DPD Hanura Kepri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, baliho kampanye salah satu calon Gubernur Kepri ditemukan rusak, padahal baliho itu baru saja dibuat. Baliho dan spanduk itu miliki paslon Isdianto dan Suryani.

Insiden tersebut diketahui berawal dari sebuah postingan milik akun facebook bernama “Diyan Midek Jeka” pada Rabu (26/8/2020), yang memperlihatkan rusaknya baliho milik pasangan dengan jargon INSANI tersebut.

Dari ratusan komentar yang membanjiri postingan tersebut, diduga baliho tersebut sengaja dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab.

Terlebih, dari informasi yang dihimpun, rusaknya baliho dan spanduk tidak hanya terjadi di satu titik. Melainkan juga terjadi di enam titik pada hari yang sama.

Bakti Lubis selaku Ketua Tim Pemenangan bakal pasangan calon Isdianto dan Suryani di Pilgub Kepri mengaku sangat menyayangkan dirusaknya sejumlah baliho dan spanduk oleh oknum tidak bertanggung jawab di kampung halaman Isdianto tersebut.

“Saya dapat laporannya semalam, baliho baru dipasang malamnya, ternyata pagi harinya sudah rusak,” ujar Bakti Lubis Kamis (27/8/2020) pagi.

Bakti Lubis yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Kepri dapil Kabupaten Karimun ini mengatakan, atas insiden tersebut, telah menodai pesta demokrasi yang seharusnya berjalan dengan damai.

“Kita menyayangkan dan kecewa adanya kejadian itu, di era terbuka yang sekarang ini masih saja terjadi hal seperti itu, kita harapkan jangan terulang lagi karena merusak situasi pilkada yang sudah damai ini,” katanya.

Agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, Ketua DPD Partai Hanura Kepri ini mengajak semua elemen masyarakat untuk bijak dalam menyukseskan pesta demokrasi yang digelar 5 tahun sekali tersebut.

“Semua elemen masyarakat diharap bisa menyikapi pesta demokrasi dengan bijak, jangan berbeda pilihan membuat kita saling menjelekkan satu sama lain hingga memutus tali silaturahmi, mari tetap santun dalam berpolitik karena semua calon pemimpin yang maju tahun ini adalah putra dan putri terbaik Provinsi Kepri,” tutup Bakti Lubis.

(MK/IS)
Powered by Blogger.