Plt. Wali Kota Jamin Stok Pangan di Tanjungpinang Aman

Foto, Int.
Kwarta5.com Tanjungpinang,-Plt. Wali kota Tanjungpinang, Rahma berkesempatan menjadi keynote speaker virtual dalam acara Bincang Layanan Karantina (BCL-Q), di ruang rapat kantor wali kota Tanjungpinang, Selasa (28/7/2020).

Diskusi yang mengangkat tema "Pangan Kita Tersedia, Aman, dan Sehat" ini digelar Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang.

Dalam paparannya, Plt. Wali Kota, Rahma menjelaskan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah mendapatkan masukan dari FAO  bahwa dalam beberapa waktu kedepan, ancaman krisis pangan akan melanda seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Ancaman krisis pangan tersebut dipicu iklim maupun post pandemi Covid-19.

Rahma menyebutkan, sampai saat ini, pasokan bahan pangan pokok pertanian bahan pangan pokok pertanian dari luar Kepri, khusunya untuk kota Tanjungpinang berupa beras, daging, buah, telur, sayuran, dan lainnya sangat tinggi.

"Ini kita khawatirkan adanya risiko pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat Kota Tanjungpinang,"ujarnya.

Namun, katanya, tantangan ketersediaan pangan untuk mengantisipasi krisis pangan telah menjadi konsen pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertahanan dengan melakukan upaya masif dalam mempercepat masa tanam lewat program membangun pekarangan pangan lestari (P2L) dan diversifikasi pangan.

"Program P2L ini, mengajak seluruh masyarakat untuk bercocok tanam di pekarangan rumah sehingga kebutuhan pangannya dapat dilengkapi maupun dipenuhi dari pekarangan sendiri,"ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Kota Tanjungpinang memiliki area pertanian yang terbatas, sehingga konsep urban farming atau pertanian kota perlu diperkenalkan dan disemarakkan kepada masyarakat.

Program diversifikasi pangan mengajak masyarakat untuk membiasakan diri mengkonsumsi pangan pokok selain nasi. Hal ini sangat penting agar ketergantungan terhadap beras dapat dikurangi.

Mengingat, kebutuhan beras khususnya untuk masyarakat Tanjungpinang disuplai dari Pulau Jawa dan Sumatera, serta dalam jumlah tertentu beras ada di Kabupaten Bintan.

Dijelaskannya, pemasukan komoditi pangan pertanian ke Tanjungpinang berdasarkan data dari IO fast karantina pertanian Tanjungpinang untuk periode Januari s.d. 25 Juli tercatat pemasukan beras sebanyak 6.399 ton, naik 41,08% bila dibandingkan tahun 2019.

Cabai sebanyak 771,6 ton, naik 128,08%, bawang merah 339,6 ton, naik 247,80%, kentang 401,4 ton, naik 196,33%, tepung 547,24 ton, naik 1.323,07%.


Selanjutnya, sapi/kambing 3.642 ekor, naik 0,3%, dan juga adanya pemasukan berupa daging daging sapi/kerbau, daging ayam beku, daging bebek, daging kambing, telur burung puyuh, dan telur ayam komsumsi.

Melalui pasokan itu, diharapkan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan aman. Ia juga meminta, agar karantina pertanian dapat memastikan seluruh bahan pangan hewani dan nabati yang masuk ke kota Tanjungpinang dijamin sehat melalui serangkaian tindakan karantina sesuai dengan UU nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah turut serta secara serius memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Tanjungpinang.

Kepada TNI, POLRI, semoga program ketahanan pangannya bisa diandalkan, berdaya guna dan berhasil guna. Kepada karantina pertanian yang selama ini telah menjamin kesehatan pangan pertanian, kami juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

"Mari kita sukseskan program P2L dan diversifikasi pangan serta ketahanan pangan untuk Tanjungpinang. Kita berdoa dan ikhtiar, semoga dijauhkan dari krisis pangan,"imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan periode Juli hingga Desember 2020, sebelas komoditas pangan pokok stategis yang dipantau aman bahkan diperkirakan mengalami surplus hingga akhir tahun seperti, beras surplus 7,1 juta ton, bawang merah 26,86 ribu ton, bawang putih 192,81 ribu ton, daging sapi/kerbau 242,36 ribu ton, minyak goreng 7,28 juta ton dan gula pasir 1,47 juta ton.


Adapun Kementerian Pertahanan telah mengembangan program food estate (lumbung pangan) yang dipusatkan di Kalimantan Tengah. Selain itu TNI dan Polri juga telah menjalankan program ketahanan pangan.

Hadir sebagai narasumber yakni, Kepala BPTP Kepulauan Riau, Sugeng Widodo, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Ahadi, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, Khairul.

Sumber: Diskominfo tpi
Powered by Blogger.