Dua Tahun Tidak Ada Kejelasan, Ketua LSM Gempita Sesalkan Sikap Pemprov Kepri Yang Tak Mau Ganti Rugi Kapal Milik Pak Hasim

Yusdianto, Ketua LSM Gempita Kepri
Kwarta5.com Bintan, -Ketua DPW Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Muda Peduli Tanah Air   (LSM Gempita ) Kepri,  Yusdianto , sangat menyayangkan dan menyesalkan sikap Pemprov Kepri Biro Umum dan Perlengkapan terkait Insiden  tabrakan kapal speed Kepri 6 miliki pemprov Kepri yang menabrak kapal pompong warga , setalah dua tahun tidak ada kejelasan Ganti ruginya.

"  Kapal speed Kepri 6 itukan milik pemprov Kepri, seharusnya pemprov Kepri selain mengobati korban kecelakaan  tersebut,  seharusnya kapal pompong milik warga yang tenggelam di tabrak speed Kepri 6 sudah dua tahun kok gak ada kejelasan Ganti ruginya," Terang Yusdianto kepada kwarta5 , Jumat (25/07/20) saat dikonfirmasi di seputaran Bincen.

Belum ada kejelasan dari pihak pemprov Kepri setelah dua tahun dari kejadian kecelakaan tersebut , seharusnya pihak Pemprov Kepri Biro umum dan perlengkapan Setda provinsi sudah menyelesaikan kan semua kewajibannya karena ini menyangkut hak warga dalam mencari nafkah.

" Kita sudah temui istri pak Hasyim pemilik kapal pompong dan korban dari kecelakaan itu , dan menjelaskan   hanya biaya pengobatan yang diberikan pihak kapal speed Kepri 6 dan yang satu juta , sementara terkait kapal pompong yang tenggelam, pihak kapal speed. kepri 6  menjanjikan akan membantu menggantinya sebesar 100 juta ," Jelas Yusdianto menyampaikan keterangan dari istri Hasyim korban danmoemilik kapal pompong yang tenggelam tersebut .

" Ini yang sangat kita sayangkan dan sesalkan sikap Pemprov Kepri , apakah pihak speed Kepri 6 melaporkan pada pihak Pemprov lalu tidak ditanggapi ataupun pihak speed Kepri 6 tidak melaporkan kepihak pemprov, ini sangat disayangkan sekali, kita minta pihak Pemprov Kepri harus bertanggungjawab karena ini menyangkut mata pencarian warga selama dua tahun tidak bisa lagi menafkahi keluarganya karena kapal pompong yang sudah tenggelam dan kondisi kesehatan Hasyim akibat kecelakaan tersebut tidak bisa lagi beraktifitas dalam mencari nafkah," Pinta Yusdianto.


(Tim)
Powered by Blogger.