Ketua Gempita Kepri Yusdianto : Bicara Pilbup 2020, Bintan Butuh Bupati Inovatif Bukan Copas

Yudianto, Ketua Gempita Kepri.
Kwarta5.com Bintan - Tidak lama lagi perhelatan Pesta Demokrasi dalam pemilihan Bupati Bintan akan berlangsung, Satu persatu sudah mulai muncul kepermukaan, mencalonkan diri untuk menjadi Bupati Bintan periode mendatang.

"Bicara siapapun bakal calon Bupati yang ikut dalam perhelatan demokrasi nantinya, itu adalah merupakan salah satu hak kewarganegaraan, yakni hak untuk memilih dan dipilih. Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Dasar 1945" Ujar Yusdianto, Senin (9/3/2020).

Yang ingin saya sampaikan saat ini, yang menjadi tolak ukurnya yakni gebrakan-gebrakan apa yang akan dilakukan setelah terpilih menjadi Bupati periode mendatang.

Kabupaten Bintan sebagaimana kita ketahui, memiliki berbagai potensi dan peluang di segala bidang. Baik di bidang pariwisata, industri, perikanan, pertambangan dan Peternakan.

Bukan merupakan isapan jempol semata, bila kita menilik kilas balik sepak terjang sosok Ansar Ahmad, ketika menjabat Bupati Bintan. Yang getol memperjuangkan Bintan dari segala lini, sehingga bisa berkembang pesat seperti sekarang ini.

Tentunya kinerja beliau tidak terlepas dari mendapat dukungan penuh masyarakat, karena kerja nyata yang dirasakan masyarakat Bintan kala itu.

Kerinduan itulah yang sangat diharapkan secara garis besar masyarakat Bintan saat ini.

Bintan itu butuh Bupati yang inovatif, dan bukan hanya sekedar copas alias copy program yang ada sebelumnya, paste di periode berikutnya.

Bisa dikatakan, yang paling dibutuhkan masyarakat Bintan yakni bisa membangkitkan, dan menghidupkan kembali bidang industri kawasan Lobam yang saat ini mati suri.

Sebelumnya, pada sektor industri, Bintan memiliki kawasan industri di Lobam yang merupakan salah satu hasil dari kerjasama ekonomi antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Ada sekitaran 18 perusahaan elektronik, 14 perusahaan garmen dan lain-lain di wilayah Lobam. Kini hanya catatan sejarah Bintan saja.

Bagaimana kedepannya, Bupati mendatang selain bisa mengembalikan kepercayaan investor asing kembali ke Bintan, juga memiliki inovasi-inovasi dalam pembenahan birokrasi yang berbelit yang dirasakan investor kala itu.

Kalau Bupati mendatang hanya Copas atau copy paste, mengikuti dan menjalani program yang sudah ada, itu sama saja jalan di tempat.

Manjakan masyarakat Bintan seperti sediakala, dan buat mereka merasa nyaman di kotanya sendiri, bukan tamu di rumah sendiri, yang menjadi keresahan mereka saat ini.

Jelas ini saya nyatakan kenapa tidak. Tentunya konteks memanjakan itu bukan dalam artian sebenarnya, melainkan dalam artian dengan membuka peluang sebesar-besarnya dan yang seluas-luasnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Bila kesejahteraan seluruh masyarakat tercapai, tentunya berdampak baik bagi kelangsungan pemerintahan kedepannya.

Siapapun nantinya yang terpilih menjadi Bupati Bintan mendatang, Gempita akan terus berpihak. Tentunya bagi mereka yang menjalankan amanah masyarakat.

Namun bilamana tidak berpegang pada kepentingan masyarakat banyak, dan tidak menitikberatkan kemajuan Bintan, Gempita akan bertindak tegas, mengontrol dan mengawasi kinerja Bupati terpilih nantinya.

Bukan hanya pemantauan dalam program 100 hari kerja pemerintah itu sendiri, melainkan selama 5 tahun kepemimpinan mereka, kita awasi.

Karena Gempita menyatu dengan masyarakat Bintan dalam kebersamaan, yakni demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat Bintan.

"Kebersamaan pandangan dan tujuan bagaimana Bintan kedepannya lebih baik, itu merupakan kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan satu  sama lain"Ungkapnya




Sumber : Ketua Gempita Kepri


Powered by Blogger.