Keadaan Memperhatikan, Atok Muhammad Butuh Uluran Tangan Dermawan



Keadaan Memperhatikan, Atok Muhammad Butuh Uluran Tangan Dermawan


Kwarta5.com Lingga,- bersumber dari media sosial Facebook foto Kakek renta Atok Muhammad, yang terbaring Lemah dengan mengenakan celana pendek berwarna merah dan tak mengenakan baju dengan beralaskan tikar yang sangat tipis, di kabarkan tinggal sebatang Kara di rumahnya sendiri, Selasa (05/10/21).

“Assalamualaikum, mari peduli sesama tak sampai hati rasanya melihat keadaan macam ini, Atok Muhammad, hanya berbaring pasrah atas penyakit yang di deritanya, di atas alas tipis yang menopang tubuhnya, beliau tak bisa berbuat banyak,” tulis posting itu.

Belasan tahun kabupaten Lingga ini terbentuk, masih banyak orang-orang yang hidup dibawah garis kemiskinan ini yang di alami oleh Atok Muhammad.

“Kami heran kemana saja selama ini Dinas Sosial dan Pemerintah Daerah kenapa hal seperti ini bisa lepas dari pantauan, Dinsos itu punya anggaran untuk kemanusiaan harus anggaran itu di gunakan bukan di simpan,” tukas salah satu pemuda.

Melihat kondisi menyedihkan ini, banyak dari warga net dan pemuda yang mengutuk Pemerintah Kabupaten Lingga dan intansi terkait, yang tidak mengetahui kondisi kakek tersebut, apalagi Dinas Sosial sebagai lembaga yang mengayomi tidak bisa memberikan uluran tangan.

Diketahui, banyak dari warga net yang berbondong-bondong membuka open donasi untuk membantu kakek tersebut, agar dapat berobat dan hidup yang layak.

Ia menyadari ini juga merupakan kesalahan manusia, karna matinya rasa kepedulian terhadap sesama, sehingga atok yang tinggal sebatang kara ini, hanya bisa menerima nasibnya sendiri.

“Jujur ini menyedihkan, yang katanya kita ini Negara gotong royong tapi tak mencerminkan kebersamaan, semoga hal seperti ini tidak lagi kembali terjadi, kakek itu sudah di bawak orang ke rumah sakit, sekarang dia di rawat di sana, kami minta Pemerintah Kabupaten Lingga, Bupati dan Wakil Bupati tegur Dinas Sosial, minta mereka untuk peka terhadap kiri dan kanan,” pungkasnya.


M. Maman

Lebih baru Lebih lama