Lsm Gempita : Butuh kerja sama masyarakat dan pemerintah dalam memerangi Covid-19



Lsm Gempita : Butuh kerja sama masyarakat dan pemerintah dalam memerangi Covid-19


Kwarta5.com Tanjungpinang,- Di Kota Tanjungpinang dimana angka penyebaran Covid meningkat drastis perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah dalam mengambil langkah antisipasi penyebaran virus yang tengah melanda dunia. Demikian disampaikan Yusdianto, Ketua DPW LSM Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) Kepri. Minggu (11/7/2021) sore.

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kota Tanjungpinang termasuk dalam 15 kota menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Ini dari pusat bukan daerah, dikarenakan angka terkonfirmasi terus meningkat di Tanjungpinang." sebutnya. 

Yusdianto juga berharap seluruh lapisan masyarakat ikuti apa yang sudah ditetapkan karena ini diberlakukan guna menekan angka Covid yang meroket. 

"Ini dilakukan guna percepatan penanganan Covid dalam menekan angka positif yang akhir-akhir ini meningkat. Jangan sepele dan abai karena akan membawa efek yang merugikan semua." terangnya. 

Untuk itu, sambung Yusdianto, butuh kerja sama semua lapisan masyarakat dan pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid. 

"Kalau hanya sebagian yang menjalani dan ikuti aturan, tidak dapat kita bayangkan sampai kapan virus ini akan berakhir. Kalau semakin bertambah, roda perekonomian akan lumpuh." lanjutnya. 

Ia juga mengatakan PPKM Darurat adalah langkah yang tepat yang tentunya sudah dilakukan pematangan kenapa diberlakukan dan diterapkan. 

"Langkah pemerintah sudah tepat. Jadi, kalau memang kita tidak ingin berlarut dalam putaran covid, mari bersama ikuti dan satu hati dalam memerangi penyebaran virus ini demi keselamatan bersama dan keselamatan bangsa. Jika angka covid di Tanjungpinang terus meningkat tentunya roda ekonomi akan lumpuh dan semakin banyak yang terdampak. Penerapan PPKM ini tidak lama dan hasilnya akan baik bila benar-benar dijalankan dan dilaksanakan oleh masyarakat dengan sepenuh hati. Kalau masih apatis dan tidak mengindahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada lagi PPKM lanjutan." pungkasnya. 

(Ril)

Lebih baru Lebih lama