Jadikan Pesantren Idola Pendidikan dari Masa Ke Masa

Kwarta5.com Lingga,- Lembaga yang menjadi rujukan pendidikan Agama untuk generasi ke depan salah satunya adalah pesantren. Secara pribadi salut dengan perjuangan Pak Abu Hasim membangun hingga seperti sekarang ini.

Dengan keputusan empat Menteri, kata H M Nasir, S. Ag, MH, wajib kita sampaikan. "Terkait awal masuk proses pembelajaran ada teknis yang sedang diuji coba. Secara berurutan mulai dari perguruan tinggi, SMA/MA, MTs/SMP, MI/SD, terakhir RA/TK. Tergantung kondisi wilayah," katanya, Kamis (2/7/2020).

"Kita sedang menunggu keputusan Kepala Daerah. Kapan dimulai masuk sekolah. Kami terus membangun koordinasi dengan Diknas, "tambahnya.

Pesantren sebenarnya tempat yang paling aman. " Kuncinya seluruh orang yang berinteraksi di dalamnya harus selalu menjaga secara ketat kesehatannya. Didukung sarana dan prasarana yang memadai,"jelas H M Nasir, S.Ag, MH

"Guru-guru harus terus bersemangat. Jangan terjebak dan larut dalam suasana. Bangun kreativitas, meskipun tidak bertatap muka dengan para santri. Tetap pantau kondisi belajar anak-anak. Raih prestasi di tengah ancaman pandemi adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa. Peran guru sangat dibutuhkan saat ini.

Secara pasti kita sudah siap, kata M Nasir, saat melaksanakan apapun hasil keputusan Pemerintah Daerah.

"Mulai kita membiasakan untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sekali lagi saya tekankan kepada guru-guru untuk serius. Apalagi kita akan menghadapi kurikulum darurat. Kita atur sebaik mungkin dan ikuti protokol yang ada," tegas Kepala Kemenag Lingga

Terkait penggunaan dana BOS, pesan Kepala Kemenag Lingga, gunakan sesuai aturan yang tertuang di dalam juknis. "Jangan ikut kata si A, kata si B tetapi ikuti petunjuk teknis.  Semuanya berimplikasi hukum. Visi dan persepsi anggaran semuanya sama,"ingat Kepala Kemenag Lingga.

"Kita harus bersikap, cukup dalam keterbatasan. Bagaimana caranya? kita pikirkan secara bersama,"sambungnya lagi.

Jangan lupa lakukan evaluasi anggaran, pesan M Nasir, hasil evaluasi akan dijadikan sumber informasi untuk penyusunan program kedepan yang lebih baik.

"Pesantren ini akan menjadi idola dari masa ke masa. Tetap lah berjuang dengan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menguasai komunikasi, kerjasama dengan wali santri serta tidak boleh terasing oleh perkembangan," ungkapnya.

Usai pertemuan diserahkan secara simbolis BOS Pesantren senilai 48 juta kepada Ketua Yayasan Baitul Quran Lingga.


Ril/iwan
Powered by Blogger.