Ibrahim Direktur RSCS : Saya Bukan Direktur Rumah Sakit RSCS Lagi

Kwarta5.com Batam  – Komisi IV DPR Kota Batam Gelar rapat dengar pendapat bersama 27 Karyawan Rumah Sakit Camatha Sahidya (RSCS), terkait pemecatan sepihak yang di lakukan pihak rumah sakit, Kamis (13/2/2020).

Turut hadir dalam RDP itu Ketua Komisi IV DPRD, Ides Madri, Tumbur P Sihaloho, dokter Ratna dan Lawa dari Dinas Kesehatan Kota Batam, Tukiman dan Hendra dari Dinas Tenaga Kerja Batam, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Perawat Indonesia dan Kepolisian Batam Kota serta kuasa hukum RSCS.

Dalam RDP itu dr Ibrahim yang diketahui sebagai direktur RSCS memberikan pernyataan yang diluar dugaan.

Dia mengaku tidak lagi sebagai dirut RSCS, keputusan itu diterima dengan lisan oleh pembeli yakni Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Namun saat itu, pihak RSCS belum memberikan surat pemberhentian secara resmi dan aturan hukum. Untuk sementara yang menjabat sebagai direktur adalah berdasarkan rapat pemegang saham yang dituangkan dalam surat perjanjian.

"Pencopotan itu tanggal 6 Februari 2020 dan digantikan dokter Retno," kata dia.

RSCS dikatakan dia memang sudah dijual ke pemilik RSAB, sehingga menempatkan dokter Retno dan beberapa stafnya untuk mengelola serta mengawasi para pekerja di RSCS.

Dokter Ibrahim juga mengatakan jika hari ini dia datang menghadiri RDP bukan sebagai direktur, tetapi sebagai undangan karena dia sudah diberhentikan secara tidak sah oleh orang yang bukan pemiliknya.

“Sejak itu saya tidak lagi masuk kerja ke RSCS hingga terjadinya aksi para karyawan. Karena saat itu saya disuruh menunggu hingga tanggal 17 Februari 2020 soal status dan hak -hak saya. Namun tanggal 10 Februari 2020, saya kembali disuruh masuk kerja oleh pemilik karena RSCS tidak jadi dijual ke RSAB,”ungkap Ibrahim.

Mendengar pernyataan itu, Ides Madri mengatakan dalam waktu dekat ini mereka akan melakukan sidak ke RSCS. Dan berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan secepatnya tanpa harus berlarut -larut.

(Il)
Powered by Blogger.