Sampah Laut, Masih Menjadi PR Kampung Pelangi Lingga

Kwarta5.com Lingga - Sampah Laut di Kelurahan Pancur masih merupakan masalah bagi masyarakat di wilayah lingga utara, yang selama ini belum bisa teratasi oleh pemerintah.

Bahkan Wakil Bupati Lingga pernah terjun langsung pada kegiatan "Hari Pembersihan Sedunia" bersama seluruh OPD, TNI/POLRI,Relawan dan Masyarakat. Hal ini ditanggapi tegas oleh Lurah Pancur, Shefi Nugraha saat di konfrensi.

"Kegiatan goro massal ini seperti nya bagus, namun kurang efektif karena sifatnya hanya sementara, selanjutnya pada musim air pasang sampah akan naik kembali ke Pemukiman warga yg berada di atas laut, namun kita akan terus menghimbau warga untuk tidak buang sampah di laut dan jangan pesimis terkait sampah ini" Tutur Shefi

Lebih lanjut ia menerangkan kondisi geografis Pancur itu sendiri tepat yang berada pada Teluk Duara sehingga menjadikan Pesisir Pancur sebagai "tong sampah raksasa"  yang setiap tahunnya menerima puluhan bahkan mungkin ratusan ton sampah laut.

" Kita harus pandai baca peluang lah, sampah kalau dipikir sampah tetap jadi sampah lah dia. ini anugrah sebetulnya, coba kita manfaatkan ini jadi peluang ekonomi masyrakat dan profit bagi masyrakat juga, contoh kampung yang bise maju karena sampah sudah banyak, tinggal kerja keras antara pemerintah dan masyrakat" ujar Lurah kelahiran pancur ini.

Dinas terkait DLH sudah menjanjikan pada Kelurahan Pancur 1 (satu) unit alat pencacah sampah pada tahun ini, semoga cepat terealisasi sehingga masalah persampahan akan terselasaikan, disamping juga tong sampah yang masih kurang.

Kelurahan Pancur dalam pantauan Kwarta5.com pada Minggu (10/03/2019). sudah banyak perubahan dan semakin menarik untuk dikunjungi, namun masih ada sedikit lagi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus di tuntaskan terkait Sampah Laut ini.

(wan)

Powered by Blogger.