Orang Tua Korban Pembunuh Pasutri di Sipirok Menduga Pelaku Memberi Keterangan Palsu Kepada Polisi



Orang Tua Korban Pembunuh Pasutri di Sipirok Menduga Pelaku Memberi Keterangan Palsu Kepada Polisi

Siti Rukmana Orang tua Korban Pasutri yang terbunuh  saat diwawancarai beberapa waktu yang lalu.

Kwarta5.com Tapsel - Masih ingat dengan kasus pembunuhan Pasangan Suami Istri di Tapanuli Selatan beberapa waktu yang sempat menghebohkan warga Sumatra Utara khususnya di kecamatan Sipirok Godang,Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ternyata Pelaku yang sempat melarikan diri dari kejaran petugas Kepolisian Polres Tapsel tersebut benama Rizki Harianto (25).

Tersangka ditangkap Petugas Kepolisian Tapanuli selatan Kamis (28/9/17) dipersembunyiannya di sebuah Bukit di Pulo Bauk, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.

Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal Saat di Konfirmasi Awak  Media mengatakan
Dalam penyelidikan kita dan dari keterangan tersangka, ternyata modus Pembunuhan dan Pembantaian yang dilakukan pelaku akibat cinta setiga.

"Pelaku ini ada affair dengan istri korban, dan merasa sakit hati dan kesal segingga tersangka nekat menghabisi  nyawa kedua korban dengan sebuah parang yang sudah direncanakan dari awal" katanya Sabtu (29/10/2017).

Sementara itu orang tua korban Siti Rukmana menduga keterangan yang diberikan pelaku pembunuh kepada pihak kepolisian adalah keterangan pelaku

"Saya tidak Percaya dengan apa yang disampaikan si Pembunuh itu, anak saya sudah di habisi dan menantu saya di bantai, malah tega pula membuat fitnah Pula".tambahnya.

Ketua Gerakan Muda Pejuang Rakyat (GMPR) Kabupaten Labuhanbatu  Selatan Mengatakan Khoirunnas Harahap S.Pd, yang sudah mengunjungi korban selamat di sipirok, Mengharapkan Kepada Kapolres Tapanuli Selatan AKBP M.Iqbal agar mengupas tuntas apa yang menjadi motif sebenarnya dari kejadian itu sehingga tidak menimbulkan asumsi yang tidak baik di masyarakat.

"Saya berharap Kapolres Tapanuli Selatan, agar bekerja ekstra untuk mengungkapkan motif yang sebenarnya atas kejadian Pembantaian itu, sehingga masyarakat tau mana  fakta sebenarnya, dan tidak menimbulkan fitnah bagi keluarga korban" terang Anas (K5/Harahap)

Lebih baru Lebih lama